Thanks Bro…
Tuesday, July 24th, 2007seorang nenek tua mengemis di sebuah warung penyet di Tembalang. jam sudah menunjukkan sekitar 21.05 waktu 3315 kuw. nenek itu berjalan tanpa sandal, tanpa jaket dan hanya berbekal keyakinan bahwa dari semua warung yang ia kunjungi pastilah akan ada seseorang atau beberapa orang yang masih mau menyisihkan sebagian rizki buat seorang nenek tua.
……………..
aku perhatikan nenek tua itu mengemis, mengharap iba dari mahasiswa2 yang berjibun memadati warung penyetan itu. nenek itu keluar dengan tangan hampa
……………..
"mas,kita undang nenek itu makan bareng yach!". subhanalloh…hati ini terhenyak,tak percaya dengan apa yang kulakukan. aku hanya sekilas melihat nenek tua itu,tapi indra mengingatkanku akan sikap yang lebih mulia…mengajak makan nenek tua itu.
……………..
telah banyak kepingan hati yang selama ini terbuang dalam hiruk piruk dan kesibukan duniawi. hingga kita tak lagi peduli dengan saudara-saudara yang mungkin tak seberuntung kita.dunia jadi obsesi yang hidup. rizki tak lagi titipan tapi hasil kerja keras dan penat pikiran kita.
……………..
thanks buat indra n tira yang telah mengingatkanku kembali arti sebuah kepedulian dan titipan rizki.