TAJ MAHAL – John Shors (novel)
Wednesday, January 21st, 2009TAJ MAHAL– John Shors
Buku itu aku pinjam dari seorang temen, yang rupanya dia juga meminjamnya juga pada temanku lainnya tanpa tahu siapa pemiliknya. Dasar mahasiswa, pikirku..hehe.
Jujur, awal aku baca novel ini cuma buat mencari bahan obrolan dengan temenku yang lain. Eh, begitu aku baca beberapa lembaran awal buku ini tiba-tiba keinginan kuat untuk lebih tau lembar demi lembar alur kisah selanjutnya segera menyergapku. Karakter-karakter tokoh dalam cerita ini begitu kuat. Ada Shah Jahan dengan kearifan dan kerapuhannya. Ada pula Arjumand (Mumtaz mahal-istri Shah Jahan) yang secerdas Aisyiah dan secantik Shafiyyah (dua-duanya istri Rasulullah). Dan ada pula Dara, Jahanara, dan Aurangzeb – ketiganya adalah anak-anak Shah Jahan dan istrinya, mumtaz mahal.
Dara merupakan anak tertua di antara anak-anak Shah jahan. Dia seorang kakak dambaan bagi semua adik-adiknya, kecuali Aurangzeb tentunya. Mekipun begitu ia tetap dapat menunjukkan sifat keteladanan seorang kakak di akhir hidupnya, meskipun Aurangzeb memancung diri dan keluarganya.
Sebaliknya, Aurangzeb dilakonkan menjadi seorang gila ambisi dan psikopat yang selalu haus darah. Di antara mereka berdua terjebak Janahara, yang mewarisi kecerdasan ibunya namun berseberangan nasib hingga di pertengahan hidupnya.
Novel ini menyuguhkan dengan lengkap gambaran otobiografi kehidupan keluarga Shah jahan dari perspektif seorang wanita. Dari awal masa kanak-kanak hingga hampir semua tokohnya meninggal dunia. Kisah-kisah perseteruan kakak beradik, kecerdasan seorang ibu mendidik putra-putrinya, intrik kekuasaan, impian cinta, ratapan kehidupan seorang istri, dan kekuatan sebuah persahabatan menjadi bumbu-bumbu cerita yang telah membawaku menatap langit seraya berkata “Subhanalloh” di akhir ceritanya.
Tapi tenang saja, happy ending ko
hehe
PS : meskipun aku sangat kagum, ada hal-hal dalam novel ini yang aku g bergidik, seperti kebiasaan para keluarga ningrat yang suka minum arak (pdhl mrk musleem), perselingkuhan dan kentalnya rajutan kebohongan pada tokoh Jahanara. Hmm..apakah selalu seperti itu kisah kehidupan kerajaan pada masa lalu dan pemerintah pada masa sekarang???